Setelah setahun lebih, aku menjadi seorang iburumahtangga generasi corona. di rumah terus uring-uringan, mau shopping dikit-dikit ada PPKM, dikit-dikit uangpun menjadi sedikit. semuanya terdampak, dompetpun sesak napas dan melegakan dirinya dengan cara diet... 7bulan sudah anak kedua ku menemani keluarga kami di masa pandemi ini... ia hadiah untuk kami. teman bermain untuk kakaknya yang baru berusia 19bulan ketika adiknya dilahirkan, dan pelipur lara ketika emosi tak sejalan dengan akal pikiran. Illahi mengiirimkan kami malaikat kecil, wajahnya rupawan, dan keimutannya menawan. Meski masih bayi kami tak dapat memungkiri itu. Meski ekonomi berjalan pas-pasan, lidah jarang merasakan kenikmatan pangan, namun kebahagiaan tak berkurang. Ramai rumah kami...(bersambung)
terkadang coretan lebih jujur dibanding ucapan seseorang