Aku rindu menjadi seorang penulis. Walau hanya segelintir orang yang membaca tulisanku, rasa puas telah membagikan pikiran melalui tulisanku pada orang lain memang tak ternilai harganya. Terakhir kali aku rajin sekali menulis adalah sebelum menikah, itu terjadi ketika ku jatuh cinta pada seorang lelaki,ya,cinta yang menjatuhkanku. tepatnya cinta pada seorang bocah berkelamin laki-laki yang tak mampu kusebut pria karena ia meretas hatiku tanpa rasa tanggung jawab dan meninggalkanku begitu saja. Ya, Aku ingat benar, mencintainya kala itu membuatku gila kebaikan. Seperti aku jadi sangat rajin dalam semua hal. Rasanya mungkin seperti memakai obat yang mempengaruhi semangatku, ia tak pernah luntur. Tapi rupanya, cinta yang kurasa serius itu memperbudakkudalam kebahagiaan yang fana. Aku menggila karena tak mampu memiliknya namun dia masih saja berhasil memaksaku untuk selalu mengikuti hidupnya, dan mimpinya, tanpa membawa diriku kedalamnya....
terkadang coretan lebih jujur dibanding ucapan seseorang