Skip to main content

Zona Covid

 Setelah setahun lebih, aku menjadi seorang iburumahtangga generasi corona.

di rumah terus uring-uringan, mau shopping dikit-dikit ada PPKM, dikit-dikit uangpun menjadi sedikit.

semuanya terdampak, dompetpun sesak napas dan melegakan dirinya dengan cara diet...

7bulan sudah anak kedua ku menemani keluarga kami di masa pandemi ini... ia hadiah untuk kami. teman bermain untuk kakaknya yang baru berusia 19bulan ketika adiknya dilahirkan, dan pelipur lara ketika emosi tak sejalan dengan akal pikiran. Illahi mengiirimkan kami malaikat kecil, wajahnya rupawan, dan keimutannya menawan. Meski masih bayi kami tak dapat memungkiri itu.

Meski ekonomi berjalan pas-pasan, lidah jarang merasakan kenikmatan pangan,  namun kebahagiaan tak berkurang. Ramai rumah kami...(bersambung)

Comments

Popular posts from this blog

imagination

rasa lapar dan patah hati biasanya akan mengubah hidup seseorang. tekanan keadaan dapat menjadi senjata ampuh untuk membangkitkan asa meraih segenggam nasi atau berlian dan mencari kebahagiaan yang sempat diimpikan namun salah tujuan. namun .... bagaimana bila seseorang telah terjebak di zona nyaman, entah karena sifat malas atau sifat yang terlalu nerimo dalam menanggapi hidupnya 😂... ini hanya sekelebat pikiran yang tiba-tiba saja muncul di fikiranku... aku yang sekarang masih mempunyai sisi yang sama dengan yang dulu..itu adalah aku tiba-tiba saja mempunyai kata-kata bagus di dalam kepalaku atau terfikirkan hal-hal di luar kehidupan yang sedang ku jalani... nampaknya banyak yang melihat kebahagiaanku dalam hidup, tentu harus begitu... karena hal-hal yang sedih tak bisa sembarangan begitu saja kita bagi kepada sembarang orang... KECUALI  kita gak ada banget dan gak punya banget tempat untuk berbagi(kecuali Tuhan), namun manusia cenderung merasa lega setelah mencerita...