kembali lagi merasa insecure bila mengintip dompet bersarang laba-laba dan penghasilan seret namun pengeluaran deras nan menjerit. itulah cerita nyata di masa pandemi covid nineteen ini.. bila ia benar-benar pandemi... :)
bertahan sungguh memuakkan, namun tak mau hidup harusnya jangan takut mati. bersyukur sangat berat jika mengandalkan apa yang ada di dekat-dekat kita saja. harusnya kita menengok jauh ke seberang sana...
Palestina Gazza, atau Suriah yang tak kunjung damai meski pandemi tak pandang buluh tetap menyerang meski keadaan ternyata masih berperang.
sebenarnya masing-masing kita bisa menilai diri kita sendiri, apa yang mampu membangkitkan imune kita supaya hidup dalam kewarasan. asal ia sadar diri dan menyadari kemampuan diri.
terimakasih Ya Rabbi.

Comments