KANDAS???
Once more, sekali
lagi aku kehilangan. Kehilangan mimpi indah yang selalu mengisi tidurku.
Biasanya daisy bermekaran dan menggoda untuk disentuh, diperhatikan bersama
yang spesial dan sama-sama menginginkannya. Tapi takdir telah bersuara, dan
kisah inilah suaranya. Sekali lagi, biarkan aku mendapatkan lagi bahagia.
Daisy, aku bisa hidup tanpamu namun tak bisa tanpa mencintaimu, seperti itu
rasanya. Harus aku memberikanmu pada orang lain setelah mendapatkanmu dengan
berjuang hingga atas, kehilangan yang indah. Bukan marah, kecewa, atau benci.
Hanya sedih. Terlalu sakit untuk membenci setelah kehilanganmu di genggaman
orang lain biarpun aku yang naik mendapatkanmu dingin ditetesi embun gunung,
dan, biarpun aku yang menunggunya setelah terjatuh terlalu sering.
“aku tidak tau
harus berdrama dengan dialog apa lagi padamu.”
“maafkan aku
membuatmu sedih, meski kau yang sebenarnya aku sayang.”
(tapi mengapa aku
tetap selalu merindukanmu,benar-benar rindu yang dalam meski tak pernah ku
ungkap)
“aku harus
bagaimana?”
“semua telah
terjadi, dan kau aku berharap kau selalu bahagia meski tak berada dalam
genggaman dan ikatan tangan mungilku ini. Aku tahu, dia terlanjur
memahamimu.”(aku tak ingin ada rasa sakit yang bertambah setelah ini terjadi
pada kita, meski aku yang memetik bunga itu aku akan ikhlas memberikannya untuk
dia yang terlanjur mengagumimu, semoga ini bukan kesalahan)
“kau menangis?”
Diam.(di seberang
sini aku menggenggam penguat hatiku, tanpa setetespun air mata. Meski sebenarnya
di lubuk sini ada yang meraung kesakitan)
“jujurlah.”
“apa lagi? Aku tak
dapat marah atau bahkan membencimu. Aku lebih mencintaimu dari semua itu. Tapi
bagaimana, dia telah bahagia menggenggam daisyku ini. Aku tak ingin merusak kebahagiaannya.”(namun aku sakit,sakit sekali
untuk bahkan dapat melihatmu).
Aku akan melihat
kehilangan ini dari sisimu, kau pasti bahagia tangan seseorang menggenggammu
saat aku sedang kehilangan arah petunjuk atas dirimu. Kau merindukanku karena
aku pemetikmu, namun aku yang kehilangan arah membuatmu ragu bahkan untuk
menungguku dan bersembunyi di buliran daisy lain. Tak apa, doaku telah terjawab
atas keputusanmu. Dan aku akan bahagia untukmu.(meski itu sakit dengan hidup
tanpa sedetikpun tak mencintaimu, daisyku)