telepon genggam telepon genggam-TELEPON GENGGAM
Teks pendek
melayang dari telepon genggammu menuju
satelit untuk minta diterbangkan diantar
ke tujuannya. Beberapa kali tertolak hingga rasa ingin makan sesama terbersit
dalam benak. Buah kesabaran, tentu itu alasannya. Bukan alasan utama terjaganya
hubungan diantara telepon genggammu dan telepon genggamku memang, namun ia
salah satu petinggi terpenting terjaganya hubungan telepon genggam kita.
Kita, itulah aku kamu. Meski
sejatinya kita ini dua insan yang berbeda dan tak sama namun kesepakatan aku kamu
kini menjadi kita. Aku bahagia kok akan hal ini, dan aku bangga punya kamu. Aku
bangga memiliki hubungan seperti ini, dimana kamu selalu tenang menghadapi
masalah absurd yang aku timbulkan.
Maaf, terkadang
perasaan ini terbayang sosok masalaluku. Menggundahgulanakan aku. Terimakasih
telah mempertahankan kita dengan segala keegoisanku.