Sajak ini menceritakan bagaimana hari dan perasaan seorang gadis kembang kempis karena ragu
akan apa yang sedang dijalaninya. Beberapa rasa trauma selalu muncul dalam benaknya. Beberapa rasa takut bahkan sering menghantui malamnya. Namun dengan takut itu dia menjadi berani untuk melanjutkan kebahagiaannya. Kalau toh dia harus terluka lagi nantinya, tentu dia akan bahagia lagi. Karena dewasanya mengajarkan itulah kehidupan.
Tuhan,
ternyata jalan ini masih abu-abu
ternyata jalan ini masih banyak persimpangan
dan aku harus menentukan ke kiri atau ke kanan
dan aku harus memilih hitam putih atau biru merah ungu atau yang lain
padahal aku memang mencintainya..
ya, kurasa