Sajak ini menceritakan bagaimana seorang gadis mencintai seorang pria. Gadis ini menginginkan prianya menjadi sesuatu yang lebih baik dan lebih baik lagi, namun apa daya prianya hanya manusia biasa tidak sempurna. Namun cinta gadis tersebut bukanlah karena ingin kesempurnaan dari si pria, melainkan dari cinta si pria sendiri. Selamat membaca :)
Aku berlalu
Sesuka pikirku nyaman di ragaku
Aku menjadi aku
Kala kamu menjadi alasanku
Sejurus hatiku tertuju
Kala kita terdiam
Di padang Daisy
Memang hanya dengan diam
Kita berdekatan
Dan lantas merasakan
Apa yang akan terjadi hanya
dengan diam?
Pandangku caramu memandang
Belum dapat kubedakan
Empati, simpati,
Berhati?
Bukan kamu
Jika seperti mimpiku
Kamu, kupu-kupu
Dengan sayap langka
Menempel padaku namun tak mau
aku helai
Halusmu
Kamu,
Lebah madu
Yang mendatangiku
Tanpa ingin menyengat
Biar sedikit
Kamu awan mendung
Melindungiku dari terik
Yang tak sanggup
Aku raih
Sekarang,
Tuhan akan menakdirkanmu
Menjelma menjadi malaikat
Dan menjelma lagi
Menjadi berkekurangan
kesempurnaan
Akhirnya
Tuhan telah menakdirkanmu
Menjadi kupu-kupu yang tak
sungkan dihelai
Menjadi lebah yang kadang
menyengatku
Dan menjadi awan mendung yang
kadang menghujaniku
Membuatku tetap menerimamu
Meski dihatiku kau telah menjadi
malaikat
Dan bagi pikiranmu kau adalah
kekurangan
Dengan kebimbangan aku
menerimamu tanpa syarat
Akhirnya sajakku akan memanjang
Karena perasaanku bagai gerimis
di sore hari,
Awet...