Ini adalah cerita seseorang dengan cerita senjanya. Bagaimana senjanya dilalui dari masa dulu hingga kini.
Senja,
Selalu seperti senja.
Lihat saja bocah-bocah itu.
Ceria, tertawa.
Polos,
Noda kotor adalah penghias pakaiannya,
Bukan pikiran,
Atau hatinya
Senja,
Terasa seperti senja.
Kanan kiri antara kami.
Celoteh cerita sebagainya.
Masih hangat,
Masih dengan suasana tetangga.
Ramai memenuhi balai-balai rumah kami,
Dengan macam kata,
Senja,
Masih saja senja.
Seperti inilah seharusnya.
Meski,
Setiap senja yang ku lalui,
Membuatku menyadari,
Beberapa tahun silam,
Permainan senja milikku pula,
Bukan kini,
Aku adalah penonton senja,
Yang setia padanya.
Senja,
Masih saja senja.
Bahkan bila suatu hari
Aku tiada disini
Karena...
Senja akan selalu senja.