sajak ini bercerita tentang seseorang yang sakit mengingat bagaimana cinta tulusnya tak terjawab dengan kebahagiaan. seseorang ini adalah tipe yang ceria dan mencintai kebahagiaan sehingga bagaimanapun seringnya kenangan buruk datang dia selalu menatap ke depan. dia ingin hidup dengan bahagia. seberat apapun proses yang harus dijalananinya.
sajak ini saya tulis saat hujan labil turun membasahi kampus ABA SINEMA Yogyakarta, duduk dengan sederet nyawa dan kepentingannya. bermodal wifi kampus dan catatan masalalu seseorang. thanks to someone and her notes for my blog.
Seberapa jauh
aku berlari
meninggalkan cinta itu
ia selalu datang dengan caranya sendiri.
Membentuk kesedihan
karena dengan tepat
ia menjelaskan cinta itu bukan untukku.
Bukankah
baiknya ia tak pernah datang andai semua memang hanya palsu.
Aku telah bangkit
dengan kebahagiaan
dan caraku sendiri,
tapi semua tentangmu
yang telah aku musnahkan
bahkan bisa bangkit
dalam mimpiku.
Ini menyakitkan,
bahkan setelah aku bersama kebahagiaanku
ingatan akan hadirmu
membayangi hidupku.
Dalam mimpi pula
kamu meninggalkanku,
sebegitunyakah arti hadirku untukmu.
Aku sekali lagi
tak akan pernah
kembali memintamu disisiku.
Kamu hanya kenangan
yang mampu menyakitiku
setiap waktu
aku mengingatmu.
Aku berjanji pada diriku sendiri untuk bahagia J