Skip to main content

RUNTUK rintik hujan


sajak ini bercerita tentang seseorang yang sakit mengingat bagaimana cinta tulusnya tak terjawab dengan kebahagiaan. seseorang ini adalah tipe yang ceria dan mencintai kebahagiaan sehingga bagaimanapun  seringnya kenangan buruk datang dia selalu menatap ke depan. dia ingin hidup dengan bahagia. seberat apapun proses yang harus dijalananinya.
sajak ini saya tulis saat hujan labil turun membasahi kampus ABA SINEMA Yogyakarta, duduk dengan sederet nyawa dan kepentingannya. bermodal wifi kampus dan catatan masalalu seseorang. thanks to someone and her notes for my blog.


Seberapa jauh
aku berlari
meninggalkan cinta itu
ia selalu datang dengan caranya sendiri.

Membentuk kesedihan
karena dengan tepat
ia menjelaskan cinta itu bukan untukku.

Bukankah baiknya ia tak pernah datang andai semua memang hanya palsu.

Aku telah bangkit
dengan kebahagiaan
dan caraku sendiri,
tapi semua tentangmu
yang telah aku musnahkan
bahkan bisa bangkit
dalam mimpiku.

Ini menyakitkan,
bahkan setelah aku bersama kebahagiaanku
ingatan  akan hadirmu
membayangi hidupku.

Dalam mimpi pula
kamu meninggalkanku,
sebegitunyakah arti hadirku untukmu.
Aku sekali lagi
tak akan pernah
kembali memintamu disisiku.
Kamu hanya kenangan
yang mampu menyakitiku
setiap waktu
aku mengingatmu.

Aku berjanji pada diriku sendiri untuk bahagia J




Popular posts from this blog

imagination

rasa lapar dan patah hati biasanya akan mengubah hidup seseorang. tekanan keadaan dapat menjadi senjata ampuh untuk membangkitkan asa meraih segenggam nasi atau berlian dan mencari kebahagiaan yang sempat diimpikan namun salah tujuan. namun .... bagaimana bila seseorang telah terjebak di zona nyaman, entah karena sifat malas atau sifat yang terlalu nerimo dalam menanggapi hidupnya 😂... ini hanya sekelebat pikiran yang tiba-tiba saja muncul di fikiranku... aku yang sekarang masih mempunyai sisi yang sama dengan yang dulu..itu adalah aku tiba-tiba saja mempunyai kata-kata bagus di dalam kepalaku atau terfikirkan hal-hal di luar kehidupan yang sedang ku jalani... nampaknya banyak yang melihat kebahagiaanku dalam hidup, tentu harus begitu... karena hal-hal yang sedih tak bisa sembarangan begitu saja kita bagi kepada sembarang orang... KECUALI  kita gak ada banget dan gak punya banget tempat untuk berbagi(kecuali Tuhan), namun manusia cenderung merasa lega setelah mencerita...