Aku berlari agar aku tak lagi melihatnya. rupanya langkahnya bahkan secepat kilat yang menyambar pohon kelapa di hamparan bumi ini.
Aku mendusta bahwa semua memang dari-Nya namun tak pernah mungkin karena sekedip matapun atas ijinnya.
Aku tersesat dan aku sendiri, aku dalam keadaan tak berpunya apapun.
Aku kelaparan dan aku mencari makanan.
Aku tak tau kenapa tapi aku berharap menemukan sesuatu yang akan memperbaiki hidupku.
Ternyata, dalam diriku ada Tuhan.
Tuhan memberiku harapan.
Menemukanku dengan segelintir manusia yang mempercayainya dan mendustakannya.
Aku termasuk salah satu yang meragukanNya meski ada setitik dua titik dan lebih sedikit cahaya kepercayaan akan Zat-Nya.
Aku diberi cinta dan aku berpikir siapa yang mampu mengendalikan perasaanku jika aku sendiri tak mampu mengendalikannya.
Yang dapat aku kendalikan hanyalah perbuatanku dan yang terbatas di sekitarku.
Aku berfikir aku gila, namun tidak.
Manusia hanya tempat berbagai pertanyaan yang tidak semua mampu terjawab dengan begitu cepat.
Aku berfikir aku sakit namun tidak aku masih bertahan hidup hanya dengan beberapa pikiran gila namun lebih banyaknya aku belajar banyak hal yang ternyata masih banyak dan sangat banyak hal lagi yang tidak dapat aku pelajari karena aku menyadari aku ini terbatas.
Taukah kamu apa yang terbatas.....
Penglihatanku terbatas, sebatas mata memandang ke depan,atau lmenengok kesamping dan memutar kepala beberapa derajat.
Pendengaranku terbatas sebatas 2buah telinga kanan dan kiri.
Tidak mampu mendengar lebih kecil dari bisikan dan sakit mendengar lebih besar dari beberapa ribu Hz dalam ukuran ilmu sains yang aku sudah pelajari namun bahkan aku tetap lupa.
Waktuku, terbatas umurku.
Aku bahkan tak tau sampai kapan aku sanggup terus mencari hal gila dalam pikiranku.
yang ku tau satu.
Pasti ada satu, hanya satu Sesuatu di atas sana yang mengatur ini semua.
Yang Maha segala-galanya.
Yang dibutuhkan semua-muanya yang mempunyai keterbatasan.
Aku sadar, aku hanya salah satu butiran debu yang diciptakannya.
Aku sadar, aku milik-Nya.
Aku akan menikmati semua fasilitasNya dan mengabdi,
karena ku tau entah kapan..
Aku akan kembali pada-Nya.
He was created me in this world and one day He will takes me for come back to His place.
Aku mendusta bahwa semua memang dari-Nya namun tak pernah mungkin karena sekedip matapun atas ijinnya.
Aku tersesat dan aku sendiri, aku dalam keadaan tak berpunya apapun.
Aku kelaparan dan aku mencari makanan.
Aku tak tau kenapa tapi aku berharap menemukan sesuatu yang akan memperbaiki hidupku.
Ternyata, dalam diriku ada Tuhan.
Tuhan memberiku harapan.
Menemukanku dengan segelintir manusia yang mempercayainya dan mendustakannya.
Aku termasuk salah satu yang meragukanNya meski ada setitik dua titik dan lebih sedikit cahaya kepercayaan akan Zat-Nya.
Aku diberi cinta dan aku berpikir siapa yang mampu mengendalikan perasaanku jika aku sendiri tak mampu mengendalikannya.
Yang dapat aku kendalikan hanyalah perbuatanku dan yang terbatas di sekitarku.
Aku berfikir aku gila, namun tidak.
Manusia hanya tempat berbagai pertanyaan yang tidak semua mampu terjawab dengan begitu cepat.
Aku berfikir aku sakit namun tidak aku masih bertahan hidup hanya dengan beberapa pikiran gila namun lebih banyaknya aku belajar banyak hal yang ternyata masih banyak dan sangat banyak hal lagi yang tidak dapat aku pelajari karena aku menyadari aku ini terbatas.
Taukah kamu apa yang terbatas.....
Penglihatanku terbatas, sebatas mata memandang ke depan,atau lmenengok kesamping dan memutar kepala beberapa derajat.
Pendengaranku terbatas sebatas 2buah telinga kanan dan kiri.
Tidak mampu mendengar lebih kecil dari bisikan dan sakit mendengar lebih besar dari beberapa ribu Hz dalam ukuran ilmu sains yang aku sudah pelajari namun bahkan aku tetap lupa.
Waktuku, terbatas umurku.
Aku bahkan tak tau sampai kapan aku sanggup terus mencari hal gila dalam pikiranku.
yang ku tau satu.
Pasti ada satu, hanya satu Sesuatu di atas sana yang mengatur ini semua.
Yang Maha segala-galanya.
Yang dibutuhkan semua-muanya yang mempunyai keterbatasan.
Aku sadar, aku hanya salah satu butiran debu yang diciptakannya.
Aku sadar, aku milik-Nya.
Aku akan menikmati semua fasilitasNya dan mengabdi,
karena ku tau entah kapan..
Aku akan kembali pada-Nya.
He was created me in this world and one day He will takes me for come back to His place.