Menunggu? Siapa takut !!
Osis
Kendal sudah siap untuk melangsungkan acara
rohis tahun ini. Acara tahunan,yaitu berkumpulnya tiap rohis daerah Jawa Tengah untuk saling share tentang masing-masing sekolahnya.Menyenangkan sekali akan bisa bertemu dengan teman-teman rohis daerah lain. Berbagi ilmu,dan pengetahua mereka tentang sekolah masing-masing. Tentang organisasi keagamaan yang kami tekuni tahun ini. Tahun-tahun yang membuat kami bersemangat untuk menjalani semuanya. Tahun yang bahagia.
rohis tahun ini. Acara tahunan,yaitu berkumpulnya tiap rohis daerah Jawa Tengah untuk saling share tentang masing-masing sekolahnya.Menyenangkan sekali akan bisa bertemu dengan teman-teman rohis daerah lain. Berbagi ilmu,dan pengetahua mereka tentang sekolah masing-masing. Tentang organisasi keagamaan yang kami tekuni tahun ini. Tahun-tahun yang membuat kami bersemangat untuk menjalani semuanya. Tahun yang bahagia.
Tapi
hanya satu yang aku tunggu,hanya satu yang membuatku bisa merasakan kegugupan
yang luar biasa saat ada manusia yang satu itu. Dan hanya satu diantara yang
sungguh bisa membuatku terkagum-kagum, serta membuatku banyak bertanya tentang
dia. Dia yang membuatku berpikir banyak,sebenarnya apa sih yang ada dalam pikirannya?
Adzan
isya’ berkumandang,aku melangkahkan kakiku dengan perasaan sedikit was-was bila
tiba-tiba saja berjumpa dengannya. Apa yang harus ku lakukan?? Huhuhuu.
Indah
sekali,fasih dan merdu !! Namun aku tidak peduli saat jantungku semakin
berdegup keras karena protes mendengar suaranya membaca ayat-ayat Allah.. Aku
hanya ingin berkonsentrasi mengahadap Allah dan bermunajat padaNya.
Aku
melakukan shalat ba’diyah isya’ seorang diri . teman-temanku sudah terlebih
dahulu turun meninggalkanku. Mungkin mereka mau cepat-cepat makan malam
ya,batinku.
Masya
Allah…
Ja’far
orang yang sangat ku kagumi itu sedang berjalan naik ke masjid seorang diri
ketika aku hendak turun dan menyusul teman-teman. Jantungku kembali
beradrenalin tinggi sekali. Ketika kamu kagum dengan seseorang,dan sangat
mengaguminya,mungkin kamu akan merasakan hal yang sama seperti apa yang ku
rasakan.
Kalau
boleh memilih aku ingin pingsan saat itu juga,deg!! Ja’far menatapku dan
tersenyum. Aku hanya bisa membalas senyumannya dengan kaku . kaku
sekali,mungkin itu tidak bisa ku sebut dengan senyuman karena ak merasa aneh
sekali mendapat senyumannya dan membalas senyumnya.
Kembali
terekam di otakku,entah kenapa setiap aku melihatnya berpapasan dengan
gadis-gadis atau akhwat lain sekalipun dia tak sedetikpun bergeming. Akan
tetapi baru saja, aku melihatnya memberikan senyumnya padaku. Seorang Annida
yang aneh ini,hehe.
Malam
ini terlalu banyak hal yang membuatku tercengang,menahan nafas,bahkan menahan
senyuman. Tak jauh karena Ja’far pula. Aku tak tau puisi Kahlil Gibran mana
yang dapat melukiskan perasaanku saat ini bisa kembali bertemu dengan dia meski
Cuma di acara ini.
Selesai
acara makan malam,aku mendengar Ja’far sibuk sekali berdiskusi dengan
ikhwan-ikhwan pengurus rohis lainnya. Ummmh,padahal aku ingin sekali
menyapanya,mungkin Allah belum mengijinkan aku bersapaan dengannya lagi L
J
Dan
pagi-pagi sekali setelah acara sarapan
berjama’ah,para ikhwan-ikwan rohis itu bermain futsal antara daerah sebagai
acara penutup.
Satu
yang membuatku lega,di Alqur’an mungilku terselip selembar kertas yang
bertandakan nama Ja’far . wah !!! aku bahagia sekali detik ini,senyumku tak
ragu-ragu ku kembangkan.
Memang
bukan surat cinta yang pertama untukku. Namun berbeda sungguh!! Bukan ajakan
berkencan atau sekedar pacaran. Namun sebuah tawaran mulia untuk menunggu.
Menunggu??
Siapa
takut!?!!
by: Evianurfadhila
eryldeniaadiesta
((ramadhantahunlalu))