Skip to main content

Kumpulan cerita unik.

 1. Kutu dan kulit

Suatu hari, seorang bocah bernama Iora bermain bersama teman kampung sebelah. Nama temannya adalah Flami Mereka main masak-masakan di depan rumah Iora. Mereka memasak krupuk, bakso, mie, sosis, taburan kacang, bawang goreng, saos tomat, saus tiram, sedikit kecap, cabai, dan disiram air juga minyak wijen. 

Iori dan Flami main berdua karena mereka bersekolah di SD yang sama dan juga satu kelas. Kelas mereka sedang libur karena kelas 6 sedang ujian. 

Ada yang aneh dengan Flami siang itu, ia garuk-garuk kepala terus menerus sambil mengaduk masakan mereka berdua di atas wajan. 

Iori tidak sadar saat itu ada seonggok makhluk kecil yang sedang bersiap-siap untuk lompat dari atas kepala temannya menuju kepalanya. Iori dengan santai duduk di sebelah Iori dan memasukkan bumbu masakan yang telah mereka siapkan. 

Flami yang sudah tidak tahan dengan gatal di kepala berteriak sebal dan bilang pada Iori mau pulang dan mandi. Iori yang baik hati membungkus hasil permainan masakan mereka setengahnya dan memberikannya kepada Flami sebelum Flami pulang. 


Comments

Popular posts from this blog

m cmbck

Assalamualaikum setelah sekian purnama aku tidak melakukan ini. menulis fikiran ku disini. selama ini aku sibuk dengan hal-hal duniawi seperti mengurus keluarga yang keknya bukan pasion guwee bangett :v aku cek dulu sang pelawan arus masih ada kagak ya? aku ketik di gugel kok yang keluar karya orang lain yg judulnya pelawan arus.wkwkwk aku menjalani hidup sebagai orang normal, bukan seperti seseorang yang melawan arus.wkwkwk tp setidaknya aku melakukannya dengan gayaku sendiri gak ngikut2 dah cukup lah ya sebagai senior  melawan arus...hahahaha cita2ku menjadi menteri pendidikan karena asalnya aku suka dalam hal mendidik anak2 kicik. sekarang aku jalani hidup sebagai guru di 2 buah lembaga pendidikan kayaknya belum cukup tapi aku mencukup-cukupkan hatiku dengan takdir ini.wkwkwkk sama seperti warga negara lain terkadang aku berbincang dengan temanku persoalan negeri ini, tidak seserius Bang Tere Liye memang, tapi setidaknya aku tau kami masih waras dalam percakapan itu.hahaha takut...