Skip to main content

SABARLAH, DIK

sekali lagi, terjadi lagi berulang kali
bintang-bintang bersembunyi dibalik gelapnya awan malam
tak sudi,
atau enggan menatap gadis kecil yang menangis itu
dia mencari orangtuanya,
merindukan mereka

pun aku,
hanya menjadi orang yang memperhatikannya
mengerti keadaannya 
namun tak mampu berbuat apa
untuk mengobati rindunya

sabarlah, dik
bukanlah Allah SWT tak sayang kamu
hanya saja Ia ingin menguatkanmu
akan hidupmu di massa depan yang lebih keras dan jahat

sabarlah,dik
bukanlah Allah SWT menghukummu
hanya saja Ia tak mau kau bersama orangtuamu
yang meragukan-Nya
dengan hadirmu

sabarlah, dik
Allah SWT selalu mencintaimu

Popular posts from this blog

m cmbck

Assalamualaikum setelah sekian purnama aku tidak melakukan ini. menulis fikiran ku disini. selama ini aku sibuk dengan hal-hal duniawi seperti mengurus keluarga yang keknya bukan pasion guwee bangett :v aku cek dulu sang pelawan arus masih ada kagak ya? aku ketik di gugel kok yang keluar karya orang lain yg judulnya pelawan arus.wkwkwk aku menjalani hidup sebagai orang normal, bukan seperti seseorang yang melawan arus.wkwkwk tp setidaknya aku melakukannya dengan gayaku sendiri gak ngikut2 dah cukup lah ya sebagai senior  melawan arus...hahahaha cita2ku menjadi menteri pendidikan karena asalnya aku suka dalam hal mendidik anak2 kicik. sekarang aku jalani hidup sebagai guru di 2 buah lembaga pendidikan kayaknya belum cukup tapi aku mencukup-cukupkan hatiku dengan takdir ini.wkwkwkk sama seperti warga negara lain terkadang aku berbincang dengan temanku persoalan negeri ini, tidak seserius Bang Tere Liye memang, tapi setidaknya aku tau kami masih waras dalam percakapan itu.hahaha takut...