Skip to main content

HARAPAN



Malam,aku masih selalu menikmatinya setelah senja beranjak dari duniaku. Mungkin juga duniamu. Aku sadar aku masih menginginkanmu bahkan setelah kesepakatan kita tentang cinta berakhir, namun biarlah kurasakan saja. Rinduku membuncah dada menggetarkan pikir kalbu ini. Aku dan doaku masih menggantung di atap langit Sang Raja atas keraguanku. Keraguan akan kesejatiannya, isi doaku denganmu. Apakah sudah seharusnya alunan-alunan doa harapanku ini untuk mempertahankan kepercayaan akan kesejatiannya, cinta ini. Aku hanya ragu, ragu bila disana bahkan kau telah ragu denganku. Aku tak seperti dahulu, yang akan memintamu percaya padaku dengan semua ucapan perkataanku. Aku ingin langit yang menentukan, bahwa kau iya atau tidak adalah jawaban dari harapanku, doaku. Aku ingin lebih mempercayai Sang Raja atas semua takdirku, karena semua kejadian tidak mesti terjadi sesuai penglihatan dan pendengaranku. Saat sudah mempercayai kita tak kan butuh kejadian untuk meyakinkan. Karena itu hanyalah sepenggal perasaan yang kadang tersakiti atau terbahagiakan, ya, saling melengkapi.
Aku bersyukur kita telah mengukir banyak kenangan, prestasi hidup mana lagi yang lebih membahagiakan daripada kenangan indah. Diantara keindahan kenangan itu kau tau, selalu ada rasa sakit yang terselip. Sakit dan bahagia hanyalah sepenggal efek yang timbul atas sesuatu hal pada hidup. Wahai Raja,beri dia kebahagiaan denganku atau tanpaku. Beri rasa penerimaan penuh atas takdir yang Engkau berikan dalam hidupku, karena sejujurnya meski aku tlah berserah diri terkadang sifat manusiawiku pada hasrat untuk memiliki timbul muncul untuk bersamanya.

Popular posts from this blog

m cmbck

Assalamualaikum setelah sekian purnama aku tidak melakukan ini. menulis fikiran ku disini. selama ini aku sibuk dengan hal-hal duniawi seperti mengurus keluarga yang keknya bukan pasion guwee bangett :v aku cek dulu sang pelawan arus masih ada kagak ya? aku ketik di gugel kok yang keluar karya orang lain yg judulnya pelawan arus.wkwkwk aku menjalani hidup sebagai orang normal, bukan seperti seseorang yang melawan arus.wkwkwk tp setidaknya aku melakukannya dengan gayaku sendiri gak ngikut2 dah cukup lah ya sebagai senior  melawan arus...hahahaha cita2ku menjadi menteri pendidikan karena asalnya aku suka dalam hal mendidik anak2 kicik. sekarang aku jalani hidup sebagai guru di 2 buah lembaga pendidikan kayaknya belum cukup tapi aku mencukup-cukupkan hatiku dengan takdir ini.wkwkwkk sama seperti warga negara lain terkadang aku berbincang dengan temanku persoalan negeri ini, tidak seserius Bang Tere Liye memang, tapi setidaknya aku tau kami masih waras dalam percakapan itu.hahaha takut...