Skip to main content

WHEN THE TIME HAS ARRIVED

Ruanganku terdengar sunyi begitu lamanya.
Entah kehidupan apa yang terjadi
Adalah aku saja
Itupun separuh,
Atau bahkan lebih sedikit dari itu?

Hariku begitu diam,
Rumput di luar
Bahkan lebih berisik dari aku,
Adalah aku saja disini,
Monoton tak terkendali.

Melayang,
Ingatanku melayang...
Daisy bertaburan,
Menghias langkah kaki,
Sepanjang bukit ini...

Adalah aku yang mengingatmu,
Dengan sesempurna ingatan,
Atas ketidaksempurnaanku.

Aku suka waktu kita,
Melakukan sesuatu bersama,
Tawa bersama berbagi cerita,
Hal yang biasa,
Yang harus kita curi waktu untuknya..

Aku suka waktu kita,
Waktu kamu tinggal untukku,
Waktu aku bermanja di bahumu,
Waktu cerita kita,
Menjadi nostalgia,
Dan menciptakan tawa,
Kadang cemburu yang lucu,
Itulah waktu kita.

Sekali lagi,
Melayang,
Ingatanku melayang.

Menuju Padang Daisy,
Sedikit melelahkanku,
Dan kau disampingku untuk berkata,
Lihatlah cahaya itu,
Indahnya hanya bisa kita lihat
Dari atas sini,

Dan aku telah melihatnya,
Sedikit ajaib yang meredakan lelahku,
Temani aku lagi kesana,

Bila waktunya telah tiba J

Popular posts from this blog

m cmbck

Assalamualaikum setelah sekian purnama aku tidak melakukan ini. menulis fikiran ku disini. selama ini aku sibuk dengan hal-hal duniawi seperti mengurus keluarga yang keknya bukan pasion guwee bangett :v aku cek dulu sang pelawan arus masih ada kagak ya? aku ketik di gugel kok yang keluar karya orang lain yg judulnya pelawan arus.wkwkwk aku menjalani hidup sebagai orang normal, bukan seperti seseorang yang melawan arus.wkwkwk tp setidaknya aku melakukannya dengan gayaku sendiri gak ngikut2 dah cukup lah ya sebagai senior  melawan arus...hahahaha cita2ku menjadi menteri pendidikan karena asalnya aku suka dalam hal mendidik anak2 kicik. sekarang aku jalani hidup sebagai guru di 2 buah lembaga pendidikan kayaknya belum cukup tapi aku mencukup-cukupkan hatiku dengan takdir ini.wkwkwkk sama seperti warga negara lain terkadang aku berbincang dengan temanku persoalan negeri ini, tidak seserius Bang Tere Liye memang, tapi setidaknya aku tau kami masih waras dalam percakapan itu.hahaha takut...