Skip to main content

IMM????

                                                                             IMM...

Bagi sebagian Mahasiswa, ada beberapa yang menarik di perkuliahan mereka.
Kuliah saja, kuliah dan berorganisasi, atau kuliah sambil berbisnis.

Bagi Mahasiswa sepertiku, tak penting kita berdebat tentang mana yang lebih penting kok, karena tentu saja pendapat setiap orang itu pasti benar untuk dirinya sendiri. Namun toh nyatanya kita tetap saja tidak boleh bersikap mur'jiah atau mengambang ditengah. Artinya kita harus tegas dengan prinsip jalan hidup kita, tanpa melecehkan hak pilihan orang lain.ya to?
jadi inilah

inilah pilihan Evia, bergabung dengan IMM seperti halnya waktu masih duduk dibangku sekolah Evia aktif IPM. Apa Evia fanatik Muhammadiyah?? Oh no no no.. Tentu saja tidak, Evia bukan tipe orang Fanatik . Namun rasanya pas hati untuk ikut berkiprah dalam Islam lewat Muhammadiyah. Membantu Islam lewat Muhammadiyah bukan untuk menjudge salah organisasi lain..

Umat Islam yang mana coba yang ngga mau islam berjaya,
Ya Allah...
Bantulah kami para da'i-Mu agar selalu haniff...istiqomah..dan lain-lain yang Engkau pandang baik,bukan manusia yang memandang baik.
aamiin n_n

Popular posts from this blog

m cmbck

Assalamualaikum setelah sekian purnama aku tidak melakukan ini. menulis fikiran ku disini. selama ini aku sibuk dengan hal-hal duniawi seperti mengurus keluarga yang keknya bukan pasion guwee bangett :v aku cek dulu sang pelawan arus masih ada kagak ya? aku ketik di gugel kok yang keluar karya orang lain yg judulnya pelawan arus.wkwkwk aku menjalani hidup sebagai orang normal, bukan seperti seseorang yang melawan arus.wkwkwk tp setidaknya aku melakukannya dengan gayaku sendiri gak ngikut2 dah cukup lah ya sebagai senior  melawan arus...hahahaha cita2ku menjadi menteri pendidikan karena asalnya aku suka dalam hal mendidik anak2 kicik. sekarang aku jalani hidup sebagai guru di 2 buah lembaga pendidikan kayaknya belum cukup tapi aku mencukup-cukupkan hatiku dengan takdir ini.wkwkwkk sama seperti warga negara lain terkadang aku berbincang dengan temanku persoalan negeri ini, tidak seserius Bang Tere Liye memang, tapi setidaknya aku tau kami masih waras dalam percakapan itu.hahaha takut...